Jagra adalah salah satu bagian dari Brata Siwa Ratri yang mengharuskan umat untuk tidak tidur semalam atau bahkan lebih lama, tergantung tingkatan Brata yang diambil. Ada tiga tingkatan jagra: utama (24 jam sejak matahari terbit hingga esok hari terbit), madya (18 jam sejak tengah hari hingga esok hari terbit), dan nista (12 jam sejak matahari terbenam hingga esok hari terbit).
Alasan Dianjurkannya Begadang Semalam
- Fokus pada Bakti dan Meditasi: Dengan tidak tidur, umat dapat lebih fokus pada pemujaan kepada Dewa Siwa, seperti melakukan japa (pengulangan mantra) Om Namah Shivaya, meditasi, atau mendengarkan dharma wacana. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri pada Sang Hyang Widhi Wasa dan meningkatkan kesadaran spiritual.
- Penyucian dan Instrospeksi Diri: Malam Siwa Ratri dianggap sebagai waktu yang sakral untuk merenung dan mengevaluasi diri atas perbuatan yang telah dilakukan. Begadang memungkinkan umat untuk lebih dalam melakukan refleksi, memohon pengampunan, dan berusaha meninggalkan sifat-sifat negatif yang ada dalam diri.
- Mengikuti Contoh dalam Mitologi: Kisah Lubdhaka dalam Siwa Ratri Kalpa menceritakan seorang pemburu yang tidak sengaja begadang pada malam Siwa Ratri dan akhirnya mendapatkan pengampunan atas segala dosanya. Kisah ini menjadi contoh bahwa Jagra dapat membawa kebaikan dan pembebasan spiritual.
Rujukan dalam Kitab Suci
- Padma Purana: Dalam percakapan antara Rsi Wasistha dan Raja Dilipa, disebutkan bahwa Brata malam Siwa (termasuk jagra) adalah sarana utama untuk mencapai Siwa Loka dan dapat menghapus segala dosa. Brata ini bahkan dinilai lebih utama dibandingkan Tapa, Dana, atau upacara lainnya.
- Siwa Purana: Bagian Jnana Samhita mengisahkan tentang seorang bhakta yang tekun dan cerita manusia yang jahat namun mampu mencapai pembebasan melalui pelaksanaan Brata Siwa Ratri, termasuk jagra.
- Skanda Purana: Menceritakan tentang seseorang bernama Canda yang awalnya jahat tetapi mendapatkan penyucian dengan menjalankan Brata Siwa Ratri, di mana Jagra menjadi bagian pentingnya.
- Garuda Purana: Dalam percakapan Dewa Siwa dengan Dewi Parwati, disebutkan bahwa Brata Siwa Ratri (termasuk Jagra) adalah Brata terbaik untuk melakukan peleburan dosa.
- Lontar Siwa Ratri Kalpa Karya Empu Tanakung: Menjelaskan bahwa pelaksanaan Brata Siwa Ratri termasuk Jagra dapat menghilangkan kesengsaraan, memberikan kesejahteraan, dan membuat segala dosa musnah.